Friday, December 21, 2012

Es Krim Jepang Rasa Unik Dan Aneh

Siapa yang gk tau es krim? Tentu kita semua tahu rasa ice cream, ada rasa susu, stroberi, coklat, vanili dan berbagai rasa buah. Tapi di Jepang ada keunikan rasa ice cream yang berbeda dengan yang ada dipasaran. Rasa ice cream tersebut bisa dibilang begitu aneh dan eksotis. Berikut ini adalah 8 ice cream dengan rasa "aneh" yang ada di Jepang:

1. Ice Cream Rasa "Kaktus" (Saboten Aisu)

Rasa dari ice cream rasa kaktus ini katanya sangat lezat dan begitu lembut dilidah. Selain itu ice cream rasa kaktus ini mempunyai khasiat yang baik bagi kesehatan.


2. Ice Cream Rasa "Sayap Ayam" (Nagoya Tebasaki)

Ice cream ini berasal dari daerah Nagoya di Jepang. Nagoya memang sangat terkenal dengan peternakan ayam, makanya ice cream ini ada untuk promosi wisata kuliner yang ada di Nagoya.


3. Ice Cream Rasa “Kepiting” (Kani Aisu)

Ice cream ini berasal dari daerah Hokkaido di Jepang. Hokkaido terkenal dengan hasil lautnya. Dan yang sangat terkenal hasil lautnya tentu saja kepiting.


4. Ice Cream Rasa “Belut” (Unagi Aisu)

Belut merupakan sajian istimewa yang hanya ada pada musim panas di Jepang. Oleh karena itu perusahaan ice cream Jepang, Futaba, memproduksi ice cream rasa belut.


5. Ice Cream Rasa “Ikan” (Sanma Aisu)

Orang jepang terkenal sebagai masyarakat yang gemar mengkonsumsi ikan. Oleh karena itu diciptakan ice cream rasa ikan.


6. Ice Cream Rasa “Gurita” (Taco Aisu)

Ini dia setelah ikan, ada ice cream rasa gurita. Masyarakat jepang sendiri memang gemar mengkonsumsi gurita, terutama tentakel kakinya.



7. Ice Cream Rasa “Udang” (Sakura Ebi Aisu)

Sepertinya emang rasa ice cream Jepang kebanyakan rasa hewan laut. Setelah ikan, gurita sekarang sampai ice cream rasa udang. Mereka benar-benar seafood lover.



8. Ice Cream Rasa “Sambal Jepang” (Wasabi)

Ini dia rasa ice cream paling aneh dan juga ekstrim. Kalau rasa ice cream yang lain manis, kali ini malah rasa sambal jepang atau disebut dengan wasabi. Wasabi adalah sambal ala Jepang dan sangat terkenal pedas.


Tips Mengatasi Atap Bocor Saat Hujan

1. Atap genteng rumah terlampau landai kemiringannya sehingga kalau hujan deras air masuk.

Cara Mengatasi : Gunakan pelindung berupa alumunium foil, plastik tebal, atau karpet yang dipasang persis di bawah genteng di atas reng. Solusi ini tetap bersifat sementara karena rembesan air tetap akan masuk secara pelan-pelan dan berpotensi merusak reng kayu dan plafon. Dalam jangka panjang, pertimbangkan mengubah sudut kemiringan atap atau mengganti material atap dengan yang berbentuk lembaran.

2. Genteng rumah ada yang retak, tapi tidak mudah mencari genteng dengan tipe yang sama di toko material.

Cara Mengatasi : Gunakan material waterproofing plus serat kassa. Potong serat kassa pada bidang genteng sesuai ukuran, lalu olesi dengan larutan waterproof.

3. Dak beton di rumah terbuka sehingga kalau hujan air merembes ke bawah. Ane udah melapisinya dengan bahan waterproof tapi tetap saja rembes.

Cara Mengatasi : Sekarang ini ada banyak material yang spesifik. Pelapis genteng berbeda dengan pelapis dak beton. Coba gunakan material yang benar-benar cocok. Perlu diketahui, pada ruang terbuka, pelapisan waterproofing harus dilakukan secara berkala.

4. Nok atap rumah ane retak-retak dan air merembes dari sini. Sudah dilapisi dengan waterproof tetap saja muncul masalah setiap kali hujan.

Cara Mengatasi : Bisa jadi komposisi semen untuk memasang nok atau wuwungan kurang baik. Coba lapisi lagi dengan semen cair atau diaci ulang dengan semen yang dicampur sedikit kapur untuk menghindari retak berulang. Kalau ada retak yang terlalu besar, korek retaknya dan tambal dengan semen. Setelah itu, lapisi dengan material waterproof.

Tuesday, December 18, 2012

[Video] Aksi Palacio, Striker Yang Menjadi Kiper Dadakan

Kejadian menarik terjadi di sepak bola, seorang striker dijadikan kiper di dalam pertandingan sepak bola. hahahaha

Hal ini terjadi saat pertandingan coppa italia INTER MILAN Vs HELLAS VERONA, pertandingan yang di helat di stadion Giuseppe Meazza tersebut berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Inter.

Bagaimana ya ceritanya? kok bisa striker dijadikan kiper, :-D, ini terjadi pada menit ke 72 babak kedua, kiper INTER, mengalami cidera pada saat itu dan pelatih sudah melakukan pergantian sebanyak tiga kali, mau tidak mau, satu pemain harus menjadi kiper, dan Stramala lebih memilih Palacio sebagai kiper. Pelatih menunjuk Palacio ternyata tidak salah, Palacio membuktikannya dengan penyelamatan gemilang, berikut ini pideonya.
Cekibrot gan....!!!!!!

Berikut ini saat sesi wawancara mengenai penampilan Palacio dini hari tadi..  

Stramaccioni : "Palacio? Hmmmm.. Lumayanlah buat menambah stock penjaga gawang Inter.. (Tetep Cool)

Handanovic : "Palacio? Hmmmmm.. Penyelamatan terakhir cukup membuat deg-degkan. (Sedikit Gugup)    
Castellazzi : "Palacio? Hmmm.. Grazie.. Aku akan belajar penyelamatan seperti tadi olehnya (Sambil tertawa kecil)

Di Genarro : "Palacio? Hmmmm.. Mungkin aku akan menjadi Striker menggantikannya . Hahahaha.    

Vid Belec : Palacio? Hmmmm.. Dia bisa begitu karena baju saya yang dikenakan Palacio. (Tersenyum merangkul Palacio)

Wednesday, December 5, 2012

Domain Termahal Di Dunia

This summary is not available. Please click here to view the post.

Tuesday, December 4, 2012

7 Orang Indonesia Yang Misterius

Sejarah mencatat, paling tidak ada 7 orang misterius di Indonesia yang sebenarnya layak di ketahui keberadaan serta perannya apabila orang-orang tersebut benar-benar ada. Tetapi sayangnya, mereka tetaplah misterius dan tentang keberadaannya sulit diketahui dengan pasti, bahkan beberapa di antaranya, makamnya sulit d temukan.

1. Tan Malaka
Selain itu, pada masa revolusi kemerdekaan keberadaannya selalu dicari oleh para pejuang pada saat itu (termasuk oleh Bung Karno) karena hobinya melakukan penyamaran untuk menghindari mata-mata musuh, sehingga sosoknya selalu misterius dan tidak banyak yang mengenal dengan pasti seperti apa sosok yang bernama asli Sutan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka itu.

Namun sayangnya keberadaan dari tokoh aliran kiri ini hilang secara misterius dalam pergolakan revolusi kemerdekaan itu. Konon kabarnya Tan Malaka dibunuh pada tanggal 21 Februari 1949 atas perintah Letda Soekotjo dari Batalyon Sikatan, Divisi Brawijaya di daerah Kediri, Jawa Timur. Hingga kini makamnya tidak pernah bisa ditemukan.

Salah satu sosok pahlawan nasional kita yang terlupakan. Mungkin salah satu (atau satu-satunya) sosok pahlawan yang memiliki kisah petualangan dari negara ke negara lain dan menjadi sosok yang paling dicari oleh Belanda dan banyak negara lain.

2. Supriyadi (PETA)
Siapa yang tidak kenal dengan sosok pahlawan satu ini. Supriyadi adalah pahlawan nasional, pemimpin pemberontakan pasukan Pembela Tanah Air ( PETA ) terhadap pasukan pendudukan Jepang di Blitar pada Februari 1945.

Ia ditunjuk sebagai menteri keamanan rakyat pada kabinet pertama Indonesia, namun tidak pernah muncul untuk menempati jabatan tersebut.

Pada waktu itu, Supriyadi memimpin sebuah pasukan tentara bentukan Jepang yang beranggotakan orang-orang Indonesia. Karena kesewenangan dan diskriminasi tentara Jepang terhadap tentara PETA dan rakyat Indonesia, Supriyadi gundah.

Ia lantas memberontak bersama sejumlah rekannya sesama tentara PETA. Namun pemberontakannya tidak sukses. Pasukan pimpinan Supriyadi dikalahkan oleh pasukan bentukan Jepang lainnya, yang disebut Heiho.

Kabar yang berkembang kemudian, Supriyadi tewas. Tetapi, hingga kini tidak ditemukan mayat dan kuburannya. Oleh karena itu, meski telah dinobatkan sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah, keberadaan Supriyadi tetap misterius hingga kini. Sejarah yang ditulis pada buku-buku pelajaran sekolah pun menyebut Supriyadi hilang.

Namun yang membuat sosok Supriyadi semakin misterius adalah banyaknya kemunculan orang-orang yang mengaku sebagai Supriyadi. Salah satu yang cukup kontroversial adalah sebuah acara pembahasan buku 'Mencari Supriyadi, Kesaksian Pembantu Utama Bung Karno', yang diadakan di Toko Buku Gramedia di Jalan Pandanaran Semarang.

Dalam acara itu, seorang pria sepuh bernama Andaryoko Wisnu Prabu membuka jati diri dia sesungguhnya. Dia mengaku sebagai Supriyadi, dan kini berusia 88 tahun.

Namun sampai sekarang pengakuan tersebut belum bisa dibuktikan kebenarannya, meski secara perawakan dan sejumlah saksi membenarkan klaim tersebut.





3. Gunadarma (Borobudur)
Borobudur dan Gunadarma adalah dua nama yang tidak bisa terpisahkan. Dalam sejumlah literatur, Candi Borobudur diarsiteki oleh sekelompok kaum atau sekelompok Brahmana yang meletakkan dasar pada sebuah tempat pemujaannya dan kemudian entah beberapa waktu kemudian (kemungkinan bisa puluhan, ratusan atau malah ribuan) dibuatkan sebuah proyek mega raksasa, pemberian sebuah 'kulit' yang katanya dikepalai oleh seorang arsitek bernama Gunadarma.

Sedangkang siapa sebenarnya sekelompok kaum Brahmana yang terdahulu tidak diketemukan catatan resmi tentang mereka, kemudian cerita tentang kepala penanggung jawab mega proyek pembuatan 'kulit' situs tersebut yaitu Gunadarma juga tidak ada sebuah keterangan resmi mengenainya, bisa jadi kata Gunadarma adalah sebuah kata simbol dan bukan merupakan nama seseorang.

Kalau memang benar Gunadarma yang mengarsiteki pembangunan Candi Borobudur, maka perlu kita acungi jempol bagaimana Gunadarma melakukan perencanaan yang tepat dengan kondisi teknologi yang pada saat itu belum begitu canggih. Namun sampai saat ini nama Gunadarma dan Borobudur itu sendiri masih menjadi misteri yang belum bisa diungkapkan dengan tuntas.

4. Ki Panji Kusmin
Suatu ketika majalah Sastra, dengan cetakan tahun VI No. 48, Agustus 1968, memuat sebuah cerpen yang berjudul Langit Makin Mendung yang dikarang oleh Ki Panji Kusmin (diduga ini nama samaran). Cerpen ini bercerita tentang Nabi Muhammad yang memohon izin kepada Tuhan untuk menjenguk umatnya.

Disertai Malaikat Jibril, dengan menumpang Bouraq, Nabi mengunjungi Bumi. Namun Bouroq bertabrakan dengan satelit Sputnik sehingga Nabi serta Malaikat Jibril terlempar dan mendarat di atas Jakarta.

Di situ Nabi menyaksikan betapa umatnya telah menjadi umat yang bobrok. Cerpen ini adalah sindiran terhadap laku keagamaan masyarakat luas yang 'menyimpang' pada waktu yang belum jauh berselang dari terjadinya tragedi 1965.

Namun akibat penerbitan Cerpen yang bikin heboh umat ini, Ki Panji Kusmin dituduh telah melakukan penodaan terhadap agama karena mempersonifikasikan Tuhan, Nabi Muhammad, dan Malaikat Jibril.

Tanpa ampun lagi H.B. Jassin selaku penanggung jawab majalah itu dibawa ke pengadilan dan dipaksa untuk mengungkap siapa sebenarnya Ki Panji Kusmin. H.B. Jassin menolak untuk mengungkap jati diri Ki Panji Kusmin.

Untuk itu ia dituntut Pengadilan Tinggi Medan dan divonis in absentia berupa kurungan selama satu tahun dan masa percobaan dua tahun. Dan sampai saat ini pun identitas dari Ki Panji Kusmin tidak terungkap dan dibawa hingga ke liang lahat oleh H.B. Jassin.

5. Imam Sayuti alias Tebo
Suatu hari, pada 1970 hiduplah sepasang suami - istri Fai dan Nasikah di lereng Gunung Watungan, Desa Wuluhan, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Fai bekerja sebagai kuli bangunan, istrinya membantu mencari kayu di hutan Ambulu. Masih pengantin baru, konon mereka belum sempat berhubungan suami - istri, Fai pergi ke kota untuk bekerja di proyek. Fai pun pamit untuk jangka waktu lama.

Ternyata, baru tiga hari pamitan, ‘Fai’ pulang lagi menemui Nasikah. (Dipercaya sebagai gendruwo atau makhluk halus. Postur, cara bicara, suara, dan perilakunya persis Fai, sang suami asl ). Nah, si gendruwo yang menyamar sebagai Fai ini kemudian menyetubuhi Nasikah.

Nasikah, wanita desa itu, tenang-tenang saja karena menganggap 'laki - laki' itu suaminya yang sah. Bulan ketujuh Nasikah hamil, Fai palsu pamit. Datanglah Fai yang asli.

Maka gegerlah sudah keluarga baru ini. Untung saja, ulama terkemuka di Ambulu meminta Fai untuk bersabar karena istrinya tidak selingkuh. Ada pesan atau isyarat spiritual yang terjadi dengan istrinya.

Lalu, lahirlah bayi penuh rambut di tubuh dengan bintik-bintik merah. Orang tuanya memberi nama Imam Sayuti. Tapi laki-laki kekar ini diberi nama gaib, Tebo, sesuai dengan petunjuk 'dari langit'. Tebo kemudian diasuh oleh pasangan suami - istri ini layaknya anak mereka sendiri.

Sosok ini cukup menarik perhatian ketika Tebo dititipkan oleh manajer Wahana Misteri (Penyelenggara pameran yang berkaitan dengan hal-hal gaib) pada tahun 1990 dan menjadi bintang pameran di sana. Akhirnya kontroversi keberadaan sosok ini merebak.

Tentu suatu hal yang ganjil jika ada makhluk alam lain bisa 'bersetubuh' dengan manusia dan melahirkan manusia 'gado - gado'. Hingga saat ini belum ada penelitian yang lebih ilmiah untuk membuktikan keberadaan 'makhluk' ini.

6. Perobek Bendera Belanda di Hotel Oranje
Peristiwa 10 November 1945 tentu tidak lepas dari dipicunya oleh salah satu peristiwa yang paling heroik, yaitu perobekan bendera Belanda di atas Hotel Oranje. Kisah ini dipicu oleh berita bahwa di Hotel Oranje di Tunjungan telah dikibarkan bendera Belanda merah-putih-biru oleh Mr Ploegman.

Tentu saja hal tersebut tidak diterima oleh para arek-arek Suroboyo yang merasa pengibaran bendera tersebut dianggap sebagai penghinaan sebagai bangsa yang merdeka.

Pada akhirnya Mr. Ploegman dibunuh oleh seorang pemuda yang mendekati dirinya tanpa ia ketahui dan menusukkan pisaunya bertubi-tubi. Pada saat itu Mr. Ploegman menghadapi ribuan massa di depan hotel yang menuntut penurunan bendera triwarna tersebut. Teriakan untuk menurunkan bendera kian membahana.

Sejumlah pemuda telah membawa tangga untuk naik ke atap hotel, terdapat 8 sampai 10 pemuda. Dari atap ada yang naik ke tiang bendera dalam gemuruh teriakan, lalu bagian biru bendera itu pun dirobek, dan jadilah kini 'Sang Merah Putih' yang berkibaran di angkasa.

Lalu yang menjadi pertanyaan adalah siapakah yang menjadi perobek bendera tersebut? Dalam kondisi yang sangat kacau dan penuh massa, tentu tidak mudah bagi para saksi sejarah untuk mengetahui secara pasti siapakah yang melakukannya.


7. Penulis Buku Darmogandhul
Mungkin di antara karya-karya sastra kuno berbahasa Jawa, kitab Darmogandhul adalah salah satu sastra Jawa yang sangat kontroversial. Selain isinya banyak memutarbalikkan ajaran agama tertentu, juga kitab ini sarat dengan sejumlah keganjilan-keganjilan sejarah sebenarnya.

Walaupun menggunakan latar belakang kisah runtuhnya Majapahit dan berdirinya kerajaan Demak Bintara, namun kisah Darmogandhul mencuatkan hal-hal yang tidak masuk akal pada zamannya. Hal ini didapati pada untaian kisah berikut:

… wadya Majapahit ambedili, dene wadya Giri pada pating jengkelang ora kelar nadhahi tibaning mimis, …

Maksudnya: Pasukan Majapahit menembak dengan senapan, sedangkan pasukan Giri berguguran akibat tidak kuat menerima timah panas.

Apakah zaman itu sudah digunakan senjata api dalam berperang? Hal tersebut tidak mungkin sebab senjata api baru dikenal sejak kedatangan bangsa Eropa ke bumi Nusantara.

Darmogandhul ditulis setelah kedatangan bangsa Eropa, bukan pada saat peralihan kekuasaan dari Majapahit ke Demak Bintara.

Lalu siapakah sebenarnya penulis kitab ini? Sampai saat ini belum ada yang bisa menunjukkan secara pasti siapakah pengarang kitab 'ngawur' ini. Namun dari sejumlah analisis tulisan dan latar belakang sejarah dalam kitab itu, Darmogandhul ditulis pada masa penjajahan Belanda.

Penulis Darmogandul bukan orang yang tahu persis sebab-sebab keruntuhan Majapahit yakni Perang Paregreg yang menghancurkan sistem politik dan kekuasaan Majapahit, juga hilangnya pengaruh agama Hindu.

Kitab Darmogandhul diduga hanya produk rekayasa sastra Jawa yang dipergunakan untuk kepentingan penjajah Belanda.