Tuesday, July 23, 2013

Timnas Indonesia Pindah Dari Asia ke Oseania Agar Lolos Piala Dunia

Timo Scheunemann, mantan direktur pembinaan pemain muda PSSI, baru-baru ini menyarankan agar Indonesia pindah ke zona Oseania demi kesempatan lolos ke Piala Dunia yang lebih besar. Bukan ide baru, hanya kembali mengemuka setelah digulirkan Coach Timo.

Zona Asia terlalu sulit kita taklukkan. Di kawasan Asia Tenggara, kita kesulitan ketika bertemu dengan Thailand, Singapura dan Malaysia. Di zona utama, kita harus menghadapi Jepang, Korea Selatan, Cina, Iran, Arab Saudi, hingga kekuatan baru Asia, Australia — yang pindah dari Oseania.

Peluang kita lebih besar jika pindah ke Oseania, yang dihuni oleh lebih sedikit negara dan tidak punya kultur sepak bola kuat (apalagi setelah Australia tak ada).

Jika pindah ke Oseania, kita cukup bersaing dengan 11 negara lainnya, yang rata-rata merupakan negara kecil. Bandingkan jika tetap di zona Asia, kita harus menghadapi 46 negara.

Koefisien Oseania memang hanya 0,5 tapi lebih mudah sebab kita bersaing dengan 11 negara. Sedangkan Asia dapat jatah 3,5 tetapi harus diperebutkan oleh 46 negara. Jika ditinjau dari rangking FIFA, Indonesia yang saat ini berada di peringkat 168 dunia, berada di rangking 34 Asia.

Jika Indonesia pindah ke Oseania maka kita berada di peringkat kelima (berdasar peringkat FIFA Juli 2013). Hanya kalah dari Selandia Baru (55), Kaledonia Baru (97), Tahiti (154) dan Kepulauan Solomon (162).

Kita punya peluang salah satunya karena keempat negara itu tidak punya liga yang kompetitif. Selandia Baru biasanya mengirimkan klubnya untuk bermain di liga Australia. Sementara Tahiti bahkan hanya punya satu pesepakbola profesional, Marama Vahirua, yang bermain di Pantrakikos, Yunani.

Kalau menang di zona Oseania, Indonesia akan melaju ke penyisihan melawan peringkat empat Concacaf (kawasan Amerika Tengah dan Karibia), yang kemungkinan akan ditempati oleh Honduras, Panama, atau Jamaika. Sampai sini, kita masih mungkin menang. Terutama mengingat kita pernah mengalahkan Jamaika 2-1 pada laga persahabatan di Jakarta, Juni 2007.

Minim Pengalaman Menghadapi Negara Oseania

Namun, jangan terlalu optimis. Indonesia memang memiliki liga sepak bola yang reguler diputar setiap tahun dan dilabeli profesional, tapi pengelolaan dan kualitas pembinaannya masih jauh dari yang diharapkan. Liga yang masih banyak kekurangan di sana-sini belum bisa menghasilkan pemain kelas dunia atau setidaknya berkualitas untuk bersaing di tingkat Asia Tenggara dan Asia.

Tim nasional juga selama ini tidak punya pengalaman yang bisa dikatakan bagus ketika bersua dengan negara dari Oseania.

Indonesia pernah gagal dalam kualifikasi Piala Dunia 1982 dari negara Oseania. Kala itu kita tergabung dalam Sub Grup A bersama Selandia Baru, Australia, Taiwan dan Fiji. Di luar Taiwan, ketiga lawan Indonesia merupakan negara Oseania waktu itu.

Pada pertandingan pertama di Jakarta, Indonesia langsung kalah 0-2 dari Selandia Baru. Lantas kalah lagi 0-2 dari Australia di Melbourne. Kembali kalah 0-5 dari Selandia Baru di Auckland dan hanya bermain imbang 0-0 dengan Fiji di Suva.

Kembali ke Jakarta, pelatih Harry Tjong langsung digantikan oleh Endang Witarsa. Indonesia kemudian berhasil menang 1-0 atas Taiwan, tapi kemudian kalah 0-2 saat tandang. Menghadapi Fiji yang menjadi partai hidup-mati, Indonesia tampil mengecewakan. Sempat unggul 3-1, Fiji berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Indonesia menutup kualifikasi dengan menang 1-0 atas Australia di Surabaya.

Walaupun akhirnya terhindar dari posisi juru kunci, setidaknya itu menunjukkan bahwa menghadapi lawan dari Oseania yang secara kualitas “di bawah” negara Asia pun Indonesia kesulitan.

Tiga dekade setelah itu, kita jarang bertemu tim dari Oseania. Hasil penelusuran kami, Indonesia hanya pernah menghadapi Selandia Baru, Fiji dan Papua Nugini.

Kita berjumpa Fiji dua kali di kualifikasi Piala Dunia 1982. Pernah sekali bertemu dengan Papua Nugini dengan hasil satu kekalahan 0-1 di Merdeka Games 1 September 1984.

Sementara menghadapi Selandia Baru, Indonesia sudah bertemu sebanyak sembilan kali dengan rekor dua kali menang, lima imbang, dan sisanya kalah. Dari segi produktivitas gol, Indonesia memasukkan 8 gol, dan Selandia Baru 9 gol. Pertemuan terakhir di Jakarta tahun 2008, Indonesia menang 2-1 atas Selandia Baru. Tapi, saat itu mereka “hanya” menurunkan tim U-23.

Zona Oseania memang lebih ringan dan memungkinkan, tapi bukan berarti bisa kita taklukkan begitu saja. Boleh jadi ide bagus, tapi tidak akan berarti apa pun tanpa perbaikan di pembinaan dan kompetisi.

Jangan lupa juga bahwa tim nasional yang tangguh tidaklah dibentuk dalam waktu satu-dua tahun. Untuk membentuk tim nasional yang kuat, dibutuhkan pemain-pemain yang telah ditempa di kompetisi profesional, dan kompetisi yang bermutu tinggi tentu merupakan hasil dari pembinaan yang baik. Sudah siapkah sepak bola Indonesia?

Yang juga perlu serius dipikirkan, pindah zona berarti kita tak lagi punya hak berlaga di Piala Asia dan AFF (yang kerap menghadirkan pertandingan seru). Kendati demikian, kita masih bisa ikut SEA Games.

Saturday, March 23, 2013

Harga Tiket Timnas Lawan Arab Saudi

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyiapkan 75.875 lembar tiket untuk pertandingan tim nasional melawan Arab Saudi pada Sabtu, 23 Maret mendatang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. "Tapi tidak semua dijual ke publik," kata Sekretaris Jenderal PSSI Hadiyandra, Kamis, 21 Maret 2013.

PSSI memang menyediakan slot sebanyak 6.795 untuk sponsor dan tidak dijual kepada publik. Walhasil, hanya 69.080 lembar yang akan dijual kepada penggemar sepak bola dengan lima kategori harga.

Tiket akan dijual mulai Sabtu pagi di semua loket yang tersedia di kawasan SUGBK. "Tidak ada penjualan online karena waktu mepet," kata panitia penjualan tiket pertandingan, Edy Prasetya.

Jika animo penonton bagus dan semua tiket ludes terjual, PSSI menargetkan meraup pendapatan sekitar Rp 9 miliar dari partai tersebut. Berikut harga tiket pertandingan timnas melawan Arab Saudi:

Kategori III (30 ribu lembar): Rp 50 ribu
Kategori II (14 ribu lembar): Rp 100 ribu
Kategori I (21.500 lembar): Rp 200 ribu
VIP Barat (3.180 lembar): Rp 500 ribu
VVIP (400 lembar): Rp 1 juta

Tuesday, December 18, 2012

[Video] Aksi Palacio, Striker Yang Menjadi Kiper Dadakan

Kejadian menarik terjadi di sepak bola, seorang striker dijadikan kiper di dalam pertandingan sepak bola. hahahaha

Hal ini terjadi saat pertandingan coppa italia INTER MILAN Vs HELLAS VERONA, pertandingan yang di helat di stadion Giuseppe Meazza tersebut berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Inter.

Bagaimana ya ceritanya? kok bisa striker dijadikan kiper, :-D, ini terjadi pada menit ke 72 babak kedua, kiper INTER, mengalami cidera pada saat itu dan pelatih sudah melakukan pergantian sebanyak tiga kali, mau tidak mau, satu pemain harus menjadi kiper, dan Stramala lebih memilih Palacio sebagai kiper. Pelatih menunjuk Palacio ternyata tidak salah, Palacio membuktikannya dengan penyelamatan gemilang, berikut ini pideonya.
Cekibrot gan....!!!!!!

Berikut ini saat sesi wawancara mengenai penampilan Palacio dini hari tadi..  

Stramaccioni : "Palacio? Hmmmm.. Lumayanlah buat menambah stock penjaga gawang Inter.. (Tetep Cool)

Handanovic : "Palacio? Hmmmmm.. Penyelamatan terakhir cukup membuat deg-degkan. (Sedikit Gugup)    
Castellazzi : "Palacio? Hmmm.. Grazie.. Aku akan belajar penyelamatan seperti tadi olehnya (Sambil tertawa kecil)

Di Genarro : "Palacio? Hmmmm.. Mungkin aku akan menjadi Striker menggantikannya . Hahahaha.    

Vid Belec : Palacio? Hmmmm.. Dia bisa begitu karena baju saya yang dikenakan Palacio. (Tersenyum merangkul Palacio)

Saturday, October 27, 2012

Penampakan Hantu Merayakan Gol Di Pertandingan Porto vs PSG

Wow, hantu nonton bola juga ternyata, berikut ini merupakan photo penampakan hantu yang berhasil tertangkap kamera saat Jamez Rodriguez melakukan selebrasi gol ke gawang PSG.

Dalam foto terlihat hantu tersebut ikut merayakan gol, hahahaha...
Aja aja ada nich hantu...

Apakah hantu tersebut nyata atau tidak?
Cekidot gan penampakannya....!!!!

PENAMPAKAN

Sunday, October 14, 2012

Scudetto Of Honesty : Tragedi Superga dan Scudetto Inter

Tagedi Superga
Tragedi Superga adalah sebuah tragedi yang melibatkan IL Grande Torino, Peristiwa yang terjadi pada pukul 17.04 waktu Italia, 4 Mei 1949 tersebut, merupakan lembar buram sejarah sepak bola Italia. Tak sekadar merenggut 31 jiwa. Lebih dari itu, kecelakaan itu juga memutus rantai sebuah generasi emas.

Bayangkan, 18 dari 31 penumpang yang tewas tersebut merupakan skuad inti Torino, tim tertangguh di Italia dan salah satu tim terkuat di Eropa. Pada saat itu, Torino adalah raja. Inter,Juventus atau Milan tak berkutik. Torino berhasil menobatkan diri sebagai juara sejati Italia dengan mengangkangi takhta Serie A dari 1943 sampai 1949 tanpa putus.

Yang lebih tragis, 70 persen kekuatan Timnas Italia juga ada di Torino. Klub berjulukan "El Toro" itu menyumbang 7 pemain untuk "Gli Azzurri". Salah satunya, Valentino Mazzola, kapten dari segala kapten, ayah dari legenda Inter Milan, Sandro Mazzola.

Valentino merupakan pemain paling karismatis di Italia. Pria yang telah mencetak 100 gol di Serie A sebelum umurnya menginjak 30 tahun ini dianggap seperti jenderal oleh teman-temannya. Nakhoda kapal "Gli Azzurri" ada di tangannya.

Hubungan Scudetto Inter dengan Tragedi Superga?

Saat kejadian terjadi Inter dan Torino sedang bersaing dalam perebutan capolista, Torino memimpin klasmen dengan di ikuti oleh Inter. Kedua klub hanya berselisih 3 point dan menyisakan 4 pertandingan lagi.

Petaka superga berawal dari udangan melawan klub Benfica Portugal, dimana kapten Benfica dan kapten Timnas Portugal Francisco Jose Ferreira, berniat gantung sepatu. Ferreira lalu mengundang sahabat dan pemain yang paling dihormatinya, Valentino Mazzola, untuk melakukan pertandingan persahabatan di Portugal.

Pasca dari tragedi Superga squad Torino mengalami kepedihan dan hanya menyisakan pemain primavera, sehingga FIGC melakukan rapat bersama dengan klub-klub seri A pada waktu itu. Dari hasil rapat terdapat sebuah keputusan untuk memberikan scudetto kepada Torino guna mengenang dan menghormati semua korban tragedi superga

Carlo Masseroni (1942–1955) presiden Inter waktu itu ikut menyetujui keputusan FIGC tersebut dengan mengorbankan peluang scudetto yang didapat, jika melihat dari susunan klasemen serta 4 pertandingan sisa Inter yang saat itu di pimpin oleh I Nyers dan E. Bearzot di yakini mampu memenangi sisa pertandingan yang ada.Dan Torino dengan tim primaveranya akan kesulitan memenangi laga sisa.

Carlo melihat memenangi sebuah scudetto saat seluruh Italia berduka tidak lah menjadi sebuah kebanggan, apa yang telah kita setujui dan kita lakukan hari ini akan menjadi sebuah sejarah, Kasih Sayang, Keikhlas dan Kejujuran.

- Hikmah dari Tragedi Superga

Anak dari Valentino Mazzola legenda Itali dan Torino bernama Sandro Mazzola, hanya mau bermain di Inter Milan, apakah ini merupakan bentuk terima kasih Sandro Mazzola terhadap Inter atas scudetto Torino dan penghormatan terhadap Inter terhadap ayahnya. Dan Sandro Mazzola menjadi salah satu legenda Inter.

Tahun 2006 Inter mendapatkan gelar scudetto yang ke 14 sebuah gelar yang didapat dengan cara tidak biasa beberapa media menyebutnya dengan "Scudetto of Honesty" karena tidak terlibat skandal memalukan liga italia yang melibatkan Juventus dan AC Milan

Para fans yang pada waktu itu (1948-49) saat terjadinya tragedi superga menerima dengan tabah keputusan sang presiden, kecintaan terhadap klub Kasih Sayang, Kejujuran dan Keiklasan lebih penting dari pada sebuah juara, dan para fans pada masa dekade dan sekarang itu tidak pernah menuntut scudetto tersebut seperti apa yang kita dengar saat sekarang ini.

Berikut adalah daftar korban Tragedi Superga:
- Valerio Bacigalupo
- Aldo Ballarin
- Dino Ballarin
- Milo Bongiorni
- Eusebio Castigliano
- Rubens Fadini
- Guglielmo Gabetto
- Ruggero Grava
- Giuseppe Grezar
- Ezio Loik
- Virgilio Maroso
- Danilo Martelli
- Valentino Mazzola
- Romeo Menti
- Piero Operto
- Franco Ossola
- Mario Rigamonti
- Julius Schubert
- Arnaldo Agnisetta, manajer
- Ippolito Civalleri, manajer
- Egri Erbstein, trainer
- Leslie Lievesley, pelatih
- Ottavio Corina, masseur
- Renato Casalbore, (pendiri Tuttosport)
- Luigi Cavallero, (La Stampa)
- Renato Tosatti, (Gazzetta del Popolo)
- Pierluigi Meroni, kapten pesawat
- Antonio Pangrazi
- Celestino D'Inca
- Cesare Biancardi

- Andrea Bonaiuti, organiser -> sisa dua pemain yang terselamatkan
- Sauro Tamo yang cidera dan Renato Gandolfi - kiper

Thursday, September 27, 2012

Ramang, Periode Emas Sepak Bola Indonesia

Ramang, Periode Emas Sepak Bola Indonesia
Indonesia adalah negara Asia pertama yang berpartisipasi dalam Piala Dunia. Dengan cara yang aneh, Indonesia berangkat ke Prancis 1938 setelah Amerika Serikat dan Jepang sama-sama menolak bertanding dalam laga play-off.

Saat itu Indonesia yang masih dikuasai Belanda bernama Hindia Belanda. Petualangan di Piala Dunia hanya berlangsung selama 90 menit, Indonesia dihajar Hungaria enam gol tanpa balas. Kekalahan ini menjadikan Indonesia sebagai satu-satunya tim yang hanya bermain dalam satu pertandingan di putaran final Piala Dunia.

Meloncat ke era 50-an, Indonesia mulai bangkit dan menunjukkan kualitas mereka di level Internasional. FIFA menyebut era ini adalah masa keemasan sepakbola Indonesia. Tim Garuda menjadi kekuatan yang ditakuti di Asia dan semua itu berkat penampilan gemilang seorang legenda asal PSM Makassar, Ramang.

Perjalanan Ramang bersama timnas Indonesia dimulai pada tahun 1952. Ia dikirim daerahnya untuk mengikuti training camp di Jakarta. Karena kemampuannya yang di atas rata-rata, ia terpilih untuk menjadi pemain timnas Indonesia.

Tak butuh waktu lama bagi Ramang untuk membangkitkan imajinasi dan harapan rakyat Indonesia, negara yang masih muda. Indonesia melakoni tur Asia Timur melawan Filipina, All-Hong Kong, Hong Kong Selection, Persatuan Seluruh China, Korea Selatan, dan Thai Royal Air Force pada tahun 1953. Dari sekian banyak pertandingan di negeri asing, Indonesia hanya kalah sekali oleh Korsel, sisanya mereka menangkan semua. Begitu dahsyatnya kemampuan Indonesia saat itu hingga mereka mencatat 25 gol dan hanya kebobolan tujuh kali dalam enam pertandingan. 19 gol Indonesia di tur itu dicetak oleh Ramang.

Tiga tahun berselang, Indonesia kembali mendapat kesempatan bermain di ajang besar. Tim sepakbola Indonesia dinyatakan lolos ke perempat final Olimpiade Melbourne 1956 setelah Vietnam Selatan mengundurkan diri. Ini adalah satu-satunya partisipasi Indonesia di ajang Olimpiade. Di atas kertas, Indonesia yang merupakan negeri antah berantah di dunia sepakbola diprediksikan akan dihajar oleh tim-tim kuat dunia. Tapi itu tidak terjadi.

Pelatih Indonesia Saat itu Antun Pogacnik mempersiapkan Indonesia dengan baik. Tak lupa, ia membawa serta Ramang ke dalam timnya. Lawan mereka di perempat final adalah salah satu tim terkuat dunia saat itu, Uni Sovyet. Patut dicatat bahwa Indonesia bukan melawan tim junior atau tim amatir Uni Sovyet; Garuda bertanding melawan tim yang kurang lebih sama dengan yang menjuarai Piala Eropa pada tahun 1960.

Uni Sovyet diperkuat pemain hebat seperti Lev Yashin, Igor Netto, Eduard Streltsov dan Valentin Ivanov. Di babak sebelumnya, Uni Sovyet telah mengalahkan juara dunia Jerman Barat dengan skor 2-1. Mereka terperangah oleh penampilan spartan yang ditunjukkan skuad tak dikenal bernama Indonesia.

Pertahanan Rusia dikejutkan oleh serangan kilat yang dilancarkan seorang diri oleh Ramang di awal laga. Melewati beberapa defender lawan, Ramang melepaskan tembakan yang secara ajaib mampu diselamatkan oleh Yashin. Indonesia lalu dikurung habis-habisan oleh Uni Sovyet yang memang lebih superior dalam hal teknis. Strategi ultra defensif yang diterapkan Pogacnik mampu meredam semua serangan yang dilancarkan oleh tim Eropa Timur itu. Ramang dengan kelincahannya bahkan nyaris membuat Uni Sovyet gigit jari. Pada menit ke 84, melalui skema serangan balik cepat, Ramang berhasil melepaskan tembakan yang kembali bisa diselamatkan dengan ajaib oleh Yashin.

Pertandingan itu berakhir tanpa gol. Dalam sebuah wawancara, ramang mengatakan: Sebenarnya saya bisa mencetak gol waktu itu andai seragam saya tak ditarik dari belakang oleh pemain lawan. Di pertemuan kedua, Indonesia dihajar empat gol tanpa balas oleh Sovyet. Namun kemenangan itu tak diraih dengan mudah. Sovyet yang sudah tahu kelihaian Ramang sampai harus menempatkan salah satu pemain terbaiknya, Igor Netto, untuk mengawal Ramang secara khusus.

Penampilan Indonesia kala menahan imbang Sovyet disebut FIFA sebagai salah satu penampilan paling heroik dalam sejarah sepakbola Olimpiade. 'Hutang' Indonesia kepada Ramang tak hanya berhenti sampai di situ.

Indonesia yang meretas jalan menuju Piala Dunia 1958 Swedia berhasil mengalahkan China di putaran pertama. Ramang mencetak dua gol dalam dua pertandingan, dan Indonesia lolos ke babak selanjutnya dengan agregat 4-3. Indonesia kemudian melaju ke putaran kedua kualifikasi dan tergabung dengan Sudan, Israel dan Mesir. Karena alasan politik, Indonesia tak mau bermain di markas Israel dan mengundurkan diri dari kualifikasi. Andai bisa menjadi juara grup, Indonesia akan lolos ke Piala Dunia untuk kali kedua.

Ramang memperoleh banyak skill dan trik sepakbola dari permainan khas Indonesia, Sepak Takraw. Ia lahir dari keluarga pecinta sepak takraw dan semasa kecil sudah pandai melakukan juggling menggunakan jeruk. Mungkin karena itu pula, penampilan Ramang sangat atraktif. Ia mahir mencetak gol lewat bicycle kick serta sering mencoba membuat gol langsung dari tendangan pojok dari sisi kanan.

Jika skill dan jasa Ramang tak mampu membuat anda terkesan, maka ingatlah bahwa ia hidup pada era di mana sepakbola bukanlah sebuah pilihan hidup yang menjanjikan. Demi sepakbola, Ramang harus bekerja serabutan dengan gaji yang hanya cukup untuk menyambung hidup keluarganya. Semua demi cintanya kepada sepakbola.

Meski pada Rabu (26/9) kemarin Ramang telah genap meninggalkan kita selama 25 tahun, kehebatannya belum dan mungkin tak akan pernah berhenti diceritakan. Semoga dengan mengingat Ramang, kita bangsa Indonesia akan bisa terinspirasi untuk memperbaiki diri demi memajukan dua hal yang kita cintai; sepakbola dan Indonesia.

Thursday, September 6, 2012

10 Stadion Termahal Dan Termegah Di Dunia

1. MetLife Stadium

MetLife Stadium
New York Giants dan New York Jets pantas berbesar hati karena menjadi pemilik stadion termahal di dunia ini. Awalnya kedua tim tersebut berbagi markas di Giants Stadium. Dan sejak 2010 lalu, kedua tim kini pindah ke MetLife Stadium, yang letaknya hanya bersebelahan dengan rumah tua mereka.

Sebagai catatan, Juventus dan AC Milan sempat bertanding di Giants Stadium dalam laga Super Coppa 2003 lalu. Kini MetLife Stadium sebagaimana Giants Stadium masih tercatat sebagai satu-satunya stadion di NFL yang menjadi markas dua tim sekaligus.

Harga stadion termahal dunia ini sekitar 1,6 miliar dollar (sekarang kira-kira Rp 15 triliun) atau terpaut satu triliun rupiah dari Yankee Stadium.

2. Yankee Stadium

Yankee Stadium
Klub bisbol New York Yankees adalah tuan rumah stadion yang terletak di Bronx, New York ini. Berdiri sejak 1923, Yankee Stadium sempat direnovasi oleh negara pada tahun 1976, lalu renovasi paling mutakhir dilakukan pada 2009.

Berdiri di area seluas 46.000 m2, di dalam Yankee Stadium juga terdapat sebuah museum yang menyediakan video-video memorabilia New York Yankees, beberapa restoran dan kafe di antaranya Hard Rock Cafe, serta ruangan untuk terapi pemain dengan sebuah kolam renang di dalamnya.

Stadion ini menelan biaya total pembangunan sebesar 1,5 miliar dolar atau kira-kira Rp 14 triliun.

3. Cowboys Stadium

Yankee Stadium
Stadion yang memiliki daya tampung 80.000 tempat duduk ini yang dapat ditingkatkan menjadi 111.000 jika ditambahkan area untuk berdiri adalah markas dari klub American Football, Dallas Cowboys.

Selain sebagai arena American Football, stadion ini juga bisa disulap menjadi lapangan basket dan tinju. Rekor penonton di stadion seharga 1,33 dolar atau nyaris lebih dari Rp 12 triliun ini adalah ketika pertandingan antara Dallas Cowboys vs. New York Giant, yang menyedot hingga 105.121 penonton.

4. Wembley Stadium

Yankee Stadium
Inilah salah satu stadion kebanggaan warga Inggris. Selain dapat digunakan untuk menyelenggarakan pertandingan sepakbola, "The New Wembley" yang letaknya di London ini juga bisa mengakomodir pertandingan rugby, American Football, konser musik, dan lomba atletik.

Kapasitas tempat duduk untuk tiap event pun berbeda-beda. Untuk sepakbola dan rugby, Wembley Stadium menyediakan 90.000 kursi, untuk American Football 86.000, untuk konser bervariasi, dari 75.000 hingga 90.000 tempat duduk dan juga tersedia area berdiri yang dapat menampung sekitar 15.000 orang, lalu untuk atletik tersedia 60.000 hingga 72.000 tempat duduk.

Berapa dana yang diperlukan untuk membangun markas tim nasional Inggris ini? 1,25 miliar dolar AS atau sekitar lebih dari 11 triliun rupiah.

5. Madison Square Garden

Madison Square Garden
Salah satu ikon kota New York City. Stadion ini terdiri dari beberapa bangunan, antara lain adalah lapangan basket, lapangan hoki es, hall concert, ring tinju yang juga bisa dimodifikasi menjadi arena gulat, dan 82 ruangan super mewah untuk menonton pertandingan.

Dibuka sejak 1968, stadion yang disebut sebagai arena tertua untuk National Hockey League dan National Basketball Association ini memiliki total harga termasuk renovasi dan sebagainya hingga 1,1 miliar dolar atau nyaris sama dengan 10 triliun rupiah.

6. Citi Field

Citi Field
Stadion milik New York Mets ini berbiaya sebesar 922 juta dolar ini atau setara dengan 8,8 trilun rupiah.

Apa yang membuat stadion berkapasitas 41.922 bangku ini menjadi mahal? Salah satunya adalah, di dalamnya terdapat The Delta Sky360 Club, sebuah bangunan yang memiliki konsep restoran, kafe, dan bar, dengan 1.600 bangku dan dibuat dengan standar yang eksklusif.

 7. Rogers Centre

Rogers Centre
Ada dua tim yang menempati stadion bernilai 914 juta dolar AS atau Rp 8,7 triliun ini: Toronto Blue Jays dari Major League Baseball dan Toronto Argonauts dari Canadian Football League.

Stadion dengan biaya yang diperkirakan dapat untuk membuat lintasan monorel kurang lebih sepanjang 30 kilometer di Jakarta itu ternyata juga multifungsi, lantaran juga terdapat sebuah hotel dengan 348 kamar, di mana 70 di antaranya menghadap langsung ke lapangan.

Fakta lain, ternyata stadion yang kini bernama SkyDome itu adalah stadion pertama di dunia yang menggunakan atap otomatis pertama.

8. London Olympic Stadium

London Olympic Stadium
Stadion ini dibangun sebagai salah satu sarana Olimpiade 2012 yang diselenggarakan di London. Pembuatan awal stadion berkapasitas 80.000 tempat duduk ini menghabiskan dana 486 juta dolar AS (Rp 4,6 triliun), tetapi kini angka tersebut mencapai total hingga 775 juta dolar atau sama dengan 7,4 triliun rupiah.

Biaya super besar tersebut tampak konyol, sebab pasca Olimpiade 2012 selesai, stadion tersebut tak lagi memiliki fungsi apapun. Kini pihak Komite Olimpiade London tengah berusaha menjual stadion itu ke berbagai pihak. Kabarnya, Tottenham Hotspur dan West Ham menjadi dua klub yang berminat untuk membelinya.

9. Soldier Field

Soldier Field
Klub American Football kembali menyodorkan nama stadionnya sebagai salah satu yang termahal di dunia. Kali ini adalaj stadion milik klub Chicago Bears, Soldier Field. Pembuatan stadion yang dulu dinamakan Municipal Grant Park Stadium itu ditaksir hingga mencapai nominal 755 juta dolar AS atau sekarangkira-kira Rp 7,2 triliun.

Meski megah dan mewah, tetapi stadion berkapasitas 61.500 tempat duduk ini tak lepas dari kritik. Blair Kamin, salah seorang kritikus arsitektus ternama di Chicago menyebut stadion itu telah merusak pemandangan indah di danau Shore. Kendati demikian, stadion ini juga sempat mendapat penghargaan dari American Institute of Architects di tahun 2004 karena desainnya yang menawan.

10. Emirates Stadium

Emirates Stadium
Stadion milik Arsenal ini telah selesai sejak 2006 lalu dengan biaya mencapai 350 juta dolar AS (Rp 3,15 triliun). Akan tetapi, dengan nilai inflasi sekarang, dan renovasi yang terus dilakukan, biaya tersebut kini membengkak menjadi 750 juta dolar (Rp 7,5 triliun).

Pembangunan Emirates Stadium, yang memiliki kapasitas 60.400 kursi itu merupakan sebuah kelangkaan dalam sepakbola Inggris karena mencantumkan nama sponsor sebagai nama stadion.

Friday, August 31, 2012

Hasil Drawing Fase Grup Europa League 2012-2013

Hasil Drawing Fase Grup Europa League 2012-2013


Grup A
Liverpool, Udinese,Young Boys, Anzhi

Grup B
Atletico Madrid, H. Tel Aviv, Plzen, Academica

Grup C
Marseille, Fenerbahce, Monchengladbach, Ael

Grup D
Bordeaux, Club Brudge, Newcastle, Maritimo

Grup E
Stuttgart, Kobenhaven, Steaua, Molde

Grup F
PSV, Napoli, Dnipro, AIK

Grup G
Sporting, Basel, Genk, Videoton

Grup H     
Internazionale, Rubin Kazan, Partizan, Neftci

Grup I
Lyon, Ath Bilbao, Sparta Praha, H. Kiryat Shmona

Grup J
Tottenham, Panathinaikos, Lazio, Maribor

Grup K
Leverkusen, Metalist, Rosenborg, Rapid Wien

Grup L
Twente, Hannover, Levante, Helsinborg

Thursday, August 30, 2012

Hasil Drawing Grup Liga Champions 2012-2013

Drawing Liga Champions 2012-2013Hasil Undian Penyisihan Grup Liga Champions 2012-2013

GRUP A
GRUP B
Porto (Por)
Arsenal (Eng)
Dynamo Kyiv (Ukr)
Schalke (Ger)
PSG (Fra)
Olympiakos (Gre)
Dinamo Zagreb (Cro)
Monpellier (Fra)

GRUP C
GRUP D
Milan (Ita)
Real Madrid (Esp)
Zenit (Rus)
Man City (Eng)
Anderlecht (Bel)
Ajax (Ned)
Malaga (Esp)
B. Dortmund (Ger)

GRUP E
GRUP F
Chelsea (Eng)
Bayern (Ger)
Shaktar Donetsk (Ukr)
Valencia (Esp)
Juventus (Ita)
Lille (Fra)
Nordjaelland (Den)
Bate (Blr)
GRUP G
GRUP H
Barcelona (Esp)
Manchester United (Eng)
Benfica (Por)
Braga (Por)
Spartak Moskva (Rus)
Galatasaray (Tur)
Celtic (Sco)
Cluj (Rou)

Monday, August 27, 2012

Evolusi Balotelli

Ini dia photo lucu dari balotelli gan. Mau tau gimana wajah Balotelli pada umur 50 tahun.

Cekidot gan...!!!!!
PENAMPAKANNYA :
Evolusi Balotelli

Sunday, August 26, 2012

Hasil Pertandingan Liga Italia Pekan Ke-1

Hasil Pertandingan Liga Italia Serie A 2012-2013 Pekan Ke-1

 FTFiorentina2 - 1Udinese
 FTJuventus2 - 0Parma
 FTAC Milan0 - 1Sampdoria
 FTAS Roma2 - 2Catania
 FTAtalanta0 - 1Lazio
 FTChievo2 - 0Bologna
 FTGenoa2 - 0Cagliari
 FTPalermo0 - 3Napoli
 FTPescara0 - 3Inter Milan
 FTSiena0 - 0Torino

Serie A TIM

Klasemen Liga Italia Serie A 2012-2013

Klasemen Liga Italia Serie A 2012-2013

#TimPWDLFAGolPoin
1Inter110030+33
1SSC Napoli110030+33
3Chievo110020+23
3Genoa110020+23
3Juventus110020+23
6Fiorentina110021+13
7Lazio110010+13
8Sampdoria110010+12
9Catania10102201
9Roma10102201
11Torino10100000
12Udinese100112–10
13AC Milan100101–10
14Bologna100102–20
14Cagliari100102–20
14Parma100102–20
17Palermo100103–30
17Pescara100103–30
19Atalanta100101–1-2
20Siena1010000-5

Serie A TIM

Saturday, August 25, 2012

[Video] Gol Hantu Andrea Pirlo Saat Juventus Vs Parma

Andrea Pirlo
Lagi-lagi dunia persebakbolaan italia atau sering disebut dengan Serie A dihampiri kontroversi. Kali ini kontroversi terjadi ketika Juventus berhasil menaklukkan Parma 2-0, dalam pertandingan yang di gelar di Juventus Arena ini, salah satu gol Juventus yang di cetak oleh Andrea Pirlo tidak begitu jelas sudah melewati garis gawang sepenuhnya apa tidak, saya sendiri juga bingung menilainya. Sepakbola tanpa kontroversi bagai sayur tanpa garam. Klo gak ada kontroversi ya kurang menarik.
wakakakaka

Maaf ya buat juventini klo judulnya sedikit gimana gitu...
wekekeke

Berikut ini cuplikan golnya Pirlo..

Cekidot gan...!!!!

Gimana gan?? Bola udah melewati garis gawang apa belum? Kalo ada yang menemukan video yang jelas, share dimari ya? makasih.. :D

Tambahan :p
Lebih Detail


Klo Photo yg ini bola udah lewat garis : :p

Saturday, January 14, 2012

Profil Stadion Giussepe Meazza/San Siro, Italia

Stadion San Siro dibangun antara 1 Agustus 1925 dan 15 September 1926.
Hanya dalam waktu setahun sebuah struktur yang mampu mengandung 35.000 penonton didirikan. Harganya sekitar 5 juta Lira Italia untuk membangun dan konstruksi dibiayai oleh presiden AC Milan Piero Pirelli. Pertandingan pertama bermain di stadion baru adalah derby Milan pada tanggal 19 September 1926. INTER mengalahkan AC MILAN 6-3.

Pada tahun 1935 AC Milan stadion dijual kepada pemerintah daerah, yang menambahkan tingkat kedua, meningkatkan kapasitas untuk 60.000. Penerangan untuk pertandingan malam telah terinstal pada tahun 1957, dan sebuah papan skor elektronik ditambahkan satu dekade kemudian.

Pada tahun 1980 ini 'Temple of Football' mulia bernama Giuseppe Meazza setelah dalam memori dari mantan Inter dan legenda Italia. Stadion ini mengalami transformasi yang paling terakhir pada tahun 1990 dengan penambahan sepertiga tier, selesai pada waktunya untuk Piala Dunia 1990. Kapasitas, tempat duduk penuh tertutup total 80.065
Masing-masing dari tiga tingkatan dibagi menjadi 4 zona berbeda-berwarna (sesuai dengan warna kursi): oranye dan merah untuk zona persegi panjang, dan hijau dan biru untuk zona melengkung. Satu-satunya pengecualian adalah tingkat ketiga (tertinggi dari tiga), di mana tidak ada zona oranye.

Teknis info

- Kapasitas: 80.065 (diperbarui untuk Okt 2008)
- Pitch size: 105 x 68 meter
- Tempat duduk di dalam kotak tekan: 196
- daerah VIP: 15 Skyboxes, 13 area tempat duduk mewah (1 sektor merah tier); 15 Skyboxes, 8 mewah area tempat duduk (1 sektor oranye tier)
- Semua berdiri tercakup
- parit Sebuah memisahkan lapangan dari tribun - papan Elektronik: 2
- pitch memiliki fasilitas pemanas bawah tanah
- Ada fasilitas parkir mobil bawah tanah untuk pemain dan wasit

Cara untuk sampai ke stadion

Dari bandara

Dari Bandara Linate, ambil Bis no. 73 ke San Babila, kemudian mengambil jalur bawah tanah 1 (MM1 arah Rho-Fiera), dan turun di stasiun metro Lotto.

Dari Malpensa Airport, naik kereta api Malpensa Express untuk Cadorna FN, kemudian mengambil jalur bawah tanah 1 (MM1 arah Rho-Fiera) dan turun di stasiun metro Lotto.

Dari Orio al Serio Airport, naik bus ke stasiun Milano Centrale. Ambil ubah baris bawah tanah 2 (Abbiategrasso arah MM2), di stasiun metro FN Cadorna, mengambil jalur bawah tanah 1 (MM1 arah Rho-Fiera) dan turun di stasiun metro Lotto.

Dengan kereta api

dari Milano Centrale, Milano Porta Garibaldi dan Lambrate Milano stasiun mengambil jalur bawah tanah 2 (MM2 arah Abbiategrasso), perubahan pada stasiun metro FN Cadorna, mengambil jalur bawah tanah 1 (MM1 arah Rho-Fiera) dan turun di stasiun metro Lotto.
Dari Milano stasiun Genova Porta, ambil jalur bawah tanah 2 (MM2 arah Cologno / Gessate), perubahan pada stasiun metro FN Cadorna, kemudian mengambil jalur bawah tanah 1 (MM1 arah Rho-Fiera), dan turun di stasiun metro Lotto.

Dengan mobil

Dari (jalan raya A4) Torino (Turin): setelah gerbang tol yang dilanjutkan ke arah Venezia (Venice) sampai ke persimpangan Certosa Milano, kemudian ikuti rambu-rambu jalan ke stadion San Siro.

Dari Bologna, Firenze (Florence), Roma (Roma) (jalan raya A1): mengambil bypass Tangenziale Ovest, keluar di Statale 11 persimpangan, kemudian ikuti rambu-rambu jalan ke stadion San Siro.

Dari Bergamo, Verona, Venezia (Venice), Udine (jalan tol A4): setelah gerbang tol Milano Est melanjutkan dalam arah Torino (Turin) sejauh simpang Certosa Milano, kemudian ikuti rambu-rambu jalan ke stadion San Siro.

Dari Como, Lecco, Swiss (jalan tol A8 - A9): setelah gerbang tol yang dilanjutkan menuju Milano Certosa, kemudian ikuti rambu-rambu jalan ke stadion San Siro.

Akses untuk penyandang cacat

Rata-rata waktu yang diperlukan untuk mencapai stadion

- Dari stasiun Milano Centrale: 25 menit
- Dari bandara Linate: 30 menit
- Dari bandara Malpensa: 50 menit
- Dari keluar tol: 20 menit.

Saturday, December 31, 2011

Javier Zanetti, Seorang Kapten, Ayah & Fenomena Sepakbola

Rekor 757 penampilan untuk sebuah klub tak mudah dicapai seorang pesepakbola. Jika ada yang sudah mencapai itu, maka pantaslah ia disebut Legenda Hidup klub tersebut. Salah satunya Javier Aldemar Zanetti.

Terhitung sejak kedatangannya dari Banfield pada tahun 1995, Zanetti sudah mengumpulkan penampilan sebanyak itu bagi Inter di berbagai kompetisi. Ia melebihi pencapaian dua legenda lainnya, Giuseppe Bergomi dan juga Giacinto Facchetti.

Tentunya ini adalah pencapaian yang luar biasa bagi Zanetti yang merupakan pemain asing di Inter dan dia membuktikan jika faktor umur bukanlah penghalang bagi seorang pemain untuk tetap bermain di level top.

Di umurnya yang sudah menginjak 38 tahun, Zanetti masih jadi pilihan utama. Stamina dan determinasinya menunjukkan sepertinya Zanetti masih berusia 10 tahun lebih muda.

Dengan ban kapten yang masih melingkar di lengannya hingga sekarang dan segala prestasi yang telah diberikannya, termasuk tiga gelar di musim 2010, tak pelak Zanetti kini sudah sahih disebut Legenda Hidup Nerazzurri.

Berbagai pelatih yang telah menangani Zanetti dan mereka punya kesan manis mengenai pesepakbola asal Argentina itu.

Roy Hodgson (1995-1997, 1999)

Saya senang berkesempatan untuk memberi selamat kepada Javier atas rekornya itu, melampaui penampilanya Beppe Bergomi di Inter. Dan saya beruntung bisa bekerja sama dengan dua legenda Nerazzurri itu.

Luigi Simoni (1997-1998)

Hari ini kami merayakan bersamamu rekor yang telah kau pecahkan di Inter lebih dari pemain lain. Dan saya bisa katan jujur bagi saya kamu adalah fenomena sebenarnya di dunia sepakbola.

Kapten di dalam dan luar lapangan. Kamu masih muda namun kamu mengikuti contoh yang benar; Kamu masih muda namun kamu adalah orang bersahaja dan tak pernah menyerah serta selalu mau belajar. Lalu kamu menjadi pesepakbola yang lebih baik; Menjadi seorang pria, suami, ayah; menjadi simbol tim – dan bukan hanya tim saja.


Hector Cuper (2001-2003)

Javier Zanetti adalah salah satu pesepakbola profesional yang pernah saya latih. Dia sangat berdedikasi, jujur, pekerja keras dan seorang yang bertanggung jawab. Profesional dalam melayani tim dan saya tidak berbicara mengenai dia sebagai pemain namun sebagai seorang profesional dalam sebuah grup.

Roberto Mancini (2004-2008)

Saya berkesempatan untuk menghadap Pupi sebagai pemain dan dia sangat membuat saya terkesan, walaupun masih muda dan seorang pemain asing, dia bermain dengan intesitas dan kualitas.

Lalu saya sangat beruntung bisa melatihnya di Inter dan tanpa ragu saya katakan setiap pelatih di dunia pasti sangat ingin mempunyai pemain seperti dia, karena profesionalismenya dan kualitas yang dia tunjukkan di lapangan dan karena ia bisa bermain di setiap posisi kecuali kiper.


Jose Mourinho (2008-2010)

Bagiku Zanetti mewakili sebuah kebahagiaan dalam hidup, kebahagiaan menjadikan sepakbola sebagai pekerjaan dalam hidupku. Dia awalah senyuman, semangat hidup, semangat berlatih, pembangkit semangat untuk semua orang yang bekerja dengannya.

Bagiku Javier Zanetti adalah segalanya dan dia akan jadi teman sepanjang hidupku.

Dari itu semua dan jalan panjangnya sebagai pesepakbola. Tapi menjadi pelatihnya selama dua musim yang luar biasa dalam kariernya, ini bukan tempatku untuk berbicara tentang seorang pria yang telah menulis jalan hidupnya sendiri yang begitu luar biasa. Aku hanya ingin mengatakan terima kasih untuk segalanya, terima kasih karena kau telah memberiku sedikit ruang dalam ceritamu.

Momen yang paling membahagiakan adalah saat kita berpelukan di tengah Santiago Bernabeu. Itu tidak akan jadi yang terakhir namun itu adalah yang paling berkesan selama dua tahun kebersamaan kita.

Mungkin suatu hari bakal ada yang memecahkan rekor Zanetti, namun hanya ada satu Zanetti.


Leonardo (2010-2011)

Well done, Pupi! Kapten telah membuat rekor baru lagi, yang membuat itu seperti terlihat biasa saja. Bagi orang lain itu akan jadi sesuatu yang luar biasa. Tapi dalam hal ini, ini jadi konsekuensi normal dari karier yang telah dia bangun dengan kerja keras.

Bagaimana kau bisa membicarakan seorang kapten tanpa menyalutinya? Dan sekali lagi angka-angka ini tidak bisa menjelaskan apa yang telah dia persembahkan untuk Inter dan dunia sepakbola.