Sunday, August 26, 2012

Hasil Pertandingan Liga Italia Pekan Ke-1

Hasil Pertandingan Liga Italia Serie A 2012-2013 Pekan Ke-1

 FTFiorentina2 - 1Udinese
 FTJuventus2 - 0Parma
 FTAC Milan0 - 1Sampdoria
 FTAS Roma2 - 2Catania
 FTAtalanta0 - 1Lazio
 FTChievo2 - 0Bologna
 FTGenoa2 - 0Cagliari
 FTPalermo0 - 3Napoli
 FTPescara0 - 3Inter Milan
 FTSiena0 - 0Torino

Serie A TIM

Klasemen Liga Italia Serie A 2012-2013

Klasemen Liga Italia Serie A 2012-2013

#TimPWDLFAGolPoin
1Inter110030+33
1SSC Napoli110030+33
3Chievo110020+23
3Genoa110020+23
3Juventus110020+23
6Fiorentina110021+13
7Lazio110010+13
8Sampdoria110010+12
9Catania10102201
9Roma10102201
11Torino10100000
12Udinese100112–10
13AC Milan100101–10
14Bologna100102–20
14Cagliari100102–20
14Parma100102–20
17Palermo100103–30
17Pescara100103–30
19Atalanta100101–1-2
20Siena1010000-5

Serie A TIM

Saturday, August 25, 2012

[Video] Gol Hantu Andrea Pirlo Saat Juventus Vs Parma

Andrea Pirlo
Lagi-lagi dunia persebakbolaan italia atau sering disebut dengan Serie A dihampiri kontroversi. Kali ini kontroversi terjadi ketika Juventus berhasil menaklukkan Parma 2-0, dalam pertandingan yang di gelar di Juventus Arena ini, salah satu gol Juventus yang di cetak oleh Andrea Pirlo tidak begitu jelas sudah melewati garis gawang sepenuhnya apa tidak, saya sendiri juga bingung menilainya. Sepakbola tanpa kontroversi bagai sayur tanpa garam. Klo gak ada kontroversi ya kurang menarik.
wakakakaka

Maaf ya buat juventini klo judulnya sedikit gimana gitu...
wekekeke

Berikut ini cuplikan golnya Pirlo..

Cekidot gan...!!!!

Gimana gan?? Bola udah melewati garis gawang apa belum? Kalo ada yang menemukan video yang jelas, share dimari ya? makasih.. :D

Tambahan :p
Lebih Detail


Klo Photo yg ini bola udah lewat garis : :p

Saturday, January 14, 2012

Profil Stadion Giussepe Meazza/San Siro, Italia

Stadion San Siro dibangun antara 1 Agustus 1925 dan 15 September 1926.
Hanya dalam waktu setahun sebuah struktur yang mampu mengandung 35.000 penonton didirikan. Harganya sekitar 5 juta Lira Italia untuk membangun dan konstruksi dibiayai oleh presiden AC Milan Piero Pirelli. Pertandingan pertama bermain di stadion baru adalah derby Milan pada tanggal 19 September 1926. INTER mengalahkan AC MILAN 6-3.

Pada tahun 1935 AC Milan stadion dijual kepada pemerintah daerah, yang menambahkan tingkat kedua, meningkatkan kapasitas untuk 60.000. Penerangan untuk pertandingan malam telah terinstal pada tahun 1957, dan sebuah papan skor elektronik ditambahkan satu dekade kemudian.

Pada tahun 1980 ini 'Temple of Football' mulia bernama Giuseppe Meazza setelah dalam memori dari mantan Inter dan legenda Italia. Stadion ini mengalami transformasi yang paling terakhir pada tahun 1990 dengan penambahan sepertiga tier, selesai pada waktunya untuk Piala Dunia 1990. Kapasitas, tempat duduk penuh tertutup total 80.065
Masing-masing dari tiga tingkatan dibagi menjadi 4 zona berbeda-berwarna (sesuai dengan warna kursi): oranye dan merah untuk zona persegi panjang, dan hijau dan biru untuk zona melengkung. Satu-satunya pengecualian adalah tingkat ketiga (tertinggi dari tiga), di mana tidak ada zona oranye.

Teknis info

- Kapasitas: 80.065 (diperbarui untuk Okt 2008)
- Pitch size: 105 x 68 meter
- Tempat duduk di dalam kotak tekan: 196
- daerah VIP: 15 Skyboxes, 13 area tempat duduk mewah (1 sektor merah tier); 15 Skyboxes, 8 mewah area tempat duduk (1 sektor oranye tier)
- Semua berdiri tercakup
- parit Sebuah memisahkan lapangan dari tribun - papan Elektronik: 2
- pitch memiliki fasilitas pemanas bawah tanah
- Ada fasilitas parkir mobil bawah tanah untuk pemain dan wasit

Cara untuk sampai ke stadion

Dari bandara

Dari Bandara Linate, ambil Bis no. 73 ke San Babila, kemudian mengambil jalur bawah tanah 1 (MM1 arah Rho-Fiera), dan turun di stasiun metro Lotto.

Dari Malpensa Airport, naik kereta api Malpensa Express untuk Cadorna FN, kemudian mengambil jalur bawah tanah 1 (MM1 arah Rho-Fiera) dan turun di stasiun metro Lotto.

Dari Orio al Serio Airport, naik bus ke stasiun Milano Centrale. Ambil ubah baris bawah tanah 2 (Abbiategrasso arah MM2), di stasiun metro FN Cadorna, mengambil jalur bawah tanah 1 (MM1 arah Rho-Fiera) dan turun di stasiun metro Lotto.

Dengan kereta api

dari Milano Centrale, Milano Porta Garibaldi dan Lambrate Milano stasiun mengambil jalur bawah tanah 2 (MM2 arah Abbiategrasso), perubahan pada stasiun metro FN Cadorna, mengambil jalur bawah tanah 1 (MM1 arah Rho-Fiera) dan turun di stasiun metro Lotto.
Dari Milano stasiun Genova Porta, ambil jalur bawah tanah 2 (MM2 arah Cologno / Gessate), perubahan pada stasiun metro FN Cadorna, kemudian mengambil jalur bawah tanah 1 (MM1 arah Rho-Fiera), dan turun di stasiun metro Lotto.

Dengan mobil

Dari (jalan raya A4) Torino (Turin): setelah gerbang tol yang dilanjutkan ke arah Venezia (Venice) sampai ke persimpangan Certosa Milano, kemudian ikuti rambu-rambu jalan ke stadion San Siro.

Dari Bologna, Firenze (Florence), Roma (Roma) (jalan raya A1): mengambil bypass Tangenziale Ovest, keluar di Statale 11 persimpangan, kemudian ikuti rambu-rambu jalan ke stadion San Siro.

Dari Bergamo, Verona, Venezia (Venice), Udine (jalan tol A4): setelah gerbang tol Milano Est melanjutkan dalam arah Torino (Turin) sejauh simpang Certosa Milano, kemudian ikuti rambu-rambu jalan ke stadion San Siro.

Dari Como, Lecco, Swiss (jalan tol A8 - A9): setelah gerbang tol yang dilanjutkan menuju Milano Certosa, kemudian ikuti rambu-rambu jalan ke stadion San Siro.

Akses untuk penyandang cacat

Rata-rata waktu yang diperlukan untuk mencapai stadion

- Dari stasiun Milano Centrale: 25 menit
- Dari bandara Linate: 30 menit
- Dari bandara Malpensa: 50 menit
- Dari keluar tol: 20 menit.

Saturday, December 31, 2011

Javier Zanetti, Seorang Kapten, Ayah & Fenomena Sepakbola

Rekor 757 penampilan untuk sebuah klub tak mudah dicapai seorang pesepakbola. Jika ada yang sudah mencapai itu, maka pantaslah ia disebut Legenda Hidup klub tersebut. Salah satunya Javier Aldemar Zanetti.

Terhitung sejak kedatangannya dari Banfield pada tahun 1995, Zanetti sudah mengumpulkan penampilan sebanyak itu bagi Inter di berbagai kompetisi. Ia melebihi pencapaian dua legenda lainnya, Giuseppe Bergomi dan juga Giacinto Facchetti.

Tentunya ini adalah pencapaian yang luar biasa bagi Zanetti yang merupakan pemain asing di Inter dan dia membuktikan jika faktor umur bukanlah penghalang bagi seorang pemain untuk tetap bermain di level top.

Di umurnya yang sudah menginjak 38 tahun, Zanetti masih jadi pilihan utama. Stamina dan determinasinya menunjukkan sepertinya Zanetti masih berusia 10 tahun lebih muda.

Dengan ban kapten yang masih melingkar di lengannya hingga sekarang dan segala prestasi yang telah diberikannya, termasuk tiga gelar di musim 2010, tak pelak Zanetti kini sudah sahih disebut Legenda Hidup Nerazzurri.

Berbagai pelatih yang telah menangani Zanetti dan mereka punya kesan manis mengenai pesepakbola asal Argentina itu.

Roy Hodgson (1995-1997, 1999)

Saya senang berkesempatan untuk memberi selamat kepada Javier atas rekornya itu, melampaui penampilanya Beppe Bergomi di Inter. Dan saya beruntung bisa bekerja sama dengan dua legenda Nerazzurri itu.

Luigi Simoni (1997-1998)

Hari ini kami merayakan bersamamu rekor yang telah kau pecahkan di Inter lebih dari pemain lain. Dan saya bisa katan jujur bagi saya kamu adalah fenomena sebenarnya di dunia sepakbola.

Kapten di dalam dan luar lapangan. Kamu masih muda namun kamu mengikuti contoh yang benar; Kamu masih muda namun kamu adalah orang bersahaja dan tak pernah menyerah serta selalu mau belajar. Lalu kamu menjadi pesepakbola yang lebih baik; Menjadi seorang pria, suami, ayah; menjadi simbol tim – dan bukan hanya tim saja.


Hector Cuper (2001-2003)

Javier Zanetti adalah salah satu pesepakbola profesional yang pernah saya latih. Dia sangat berdedikasi, jujur, pekerja keras dan seorang yang bertanggung jawab. Profesional dalam melayani tim dan saya tidak berbicara mengenai dia sebagai pemain namun sebagai seorang profesional dalam sebuah grup.

Roberto Mancini (2004-2008)

Saya berkesempatan untuk menghadap Pupi sebagai pemain dan dia sangat membuat saya terkesan, walaupun masih muda dan seorang pemain asing, dia bermain dengan intesitas dan kualitas.

Lalu saya sangat beruntung bisa melatihnya di Inter dan tanpa ragu saya katakan setiap pelatih di dunia pasti sangat ingin mempunyai pemain seperti dia, karena profesionalismenya dan kualitas yang dia tunjukkan di lapangan dan karena ia bisa bermain di setiap posisi kecuali kiper.


Jose Mourinho (2008-2010)

Bagiku Zanetti mewakili sebuah kebahagiaan dalam hidup, kebahagiaan menjadikan sepakbola sebagai pekerjaan dalam hidupku. Dia awalah senyuman, semangat hidup, semangat berlatih, pembangkit semangat untuk semua orang yang bekerja dengannya.

Bagiku Javier Zanetti adalah segalanya dan dia akan jadi teman sepanjang hidupku.

Dari itu semua dan jalan panjangnya sebagai pesepakbola. Tapi menjadi pelatihnya selama dua musim yang luar biasa dalam kariernya, ini bukan tempatku untuk berbicara tentang seorang pria yang telah menulis jalan hidupnya sendiri yang begitu luar biasa. Aku hanya ingin mengatakan terima kasih untuk segalanya, terima kasih karena kau telah memberiku sedikit ruang dalam ceritamu.

Momen yang paling membahagiakan adalah saat kita berpelukan di tengah Santiago Bernabeu. Itu tidak akan jadi yang terakhir namun itu adalah yang paling berkesan selama dua tahun kebersamaan kita.

Mungkin suatu hari bakal ada yang memecahkan rekor Zanetti, namun hanya ada satu Zanetti.


Leonardo (2010-2011)

Well done, Pupi! Kapten telah membuat rekor baru lagi, yang membuat itu seperti terlihat biasa saja. Bagi orang lain itu akan jadi sesuatu yang luar biasa. Tapi dalam hal ini, ini jadi konsekuensi normal dari karier yang telah dia bangun dengan kerja keras.

Bagaimana kau bisa membicarakan seorang kapten tanpa menyalutinya? Dan sekali lagi angka-angka ini tidak bisa menjelaskan apa yang telah dia persembahkan untuk Inter dan dunia sepakbola.